zmedia

Paris hingga Tokyo Batal Rayakan Tahun Baru 2026, Apa Penyebabnya?

Tahun baru sering menjadi waktu yang dinantikan oleh banyak orang melalui perayaan seperti pembakaran kembang api atau pertunjukan musik.

Banyak orang di berbagai belahan dunia akan merayakan pergantian tahun dengan penuh harapan, kegembiraan, dan semangat.

Namun, perayaan tahun baru 2026 memiliki sedikit perbedaan. Karena beberapa kota besar seperti Paris, Belgrade, dan Tokyo membatalkan acara perayaan tersebut.

Meskipun demikian, kota-kota tersebut biasanya terkenal dengan perayaan Tahun Baru yang penuh semangat dan meriah.

Apa penyebab penangguhan perayaan Tahun Baru di beberapa kota besar di dunia?

Paris membatalkan konser tetapi mengadakan pertunjukan kembang api tahun baru 2026.

Paris, Belgrade, Tokyo, dan Hong Kong membatalkan perayaan tahun baru 2026 karena khawatir akan ancaman keamanan.

Kota Paris dikabarkan telah membatalkan pertunjukan malam tahun baru 2025 yang rencananya akan digelar di Champs-Elysees.

Wali Kota Wilayah Kedelapan Paris, Jeanne d'Hauteserre, menyatakan bahwa pembatalan tersebut dilakukan karena kekhawatiran terhadap "kerumunan yang tidak terduga".

"(Area-area tersebut) tidak dirancang untuk mengakomodasi acara semacam ini di mana orang-orang bergerak," katanya dikutip dariFox News, Jumat (19/12/2025).

Meskipun demikian, pertunjukan kembang api tetap akan diadakan di Arc de Triomphe. Paris juga akan menampilkan konser yang telah direkam sebelumnya.

Isu keamanan menjadi alasan utama

Sementara itu, acara perayaan Tahun Baru di Shibuya Tokyo dibatalkan oleh panitia penyelenggara.

Wali Kota Shibuya, Tokyo, Ken Hasebe mengatakan bahwa keputusan tersebut diambil guna menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman.

“Untuk membentuk kota yang aman dan nyaman, kami tetap mengawasi tindakan yang mengganggu akibat minum-minum di tempat umum, serta bahaya kecelakaan karena kerumunan,” ujarnya.

Di sisi lain, Wali Kota Belgrade, Serbia, Aleksandar Sapic mengatakan bahwa kota tersebut tidak akan menyelenggarakan perayaan resmi pada malam Tahun Baru 2026.

Hal ini juga berlaku untuk pembatalan perayaan Tahun Baru Serbia yang jatuh pada 13 dan 14 Januari 2026.

Sapic mengatakan bahwa isu keamanan dalam konser tahun lalu menjadi alasan pembatalan tersebut.

Mayoritas pengunjung konser-konser ini adalah anak-anak berusia 13 hingga 15 tahun, sebagian besar perempuan. Tahun lalu, kami menghadapi insiden di mana sekelompok orang berusaha melompati pagar dan terlibat keributan dengan penonton konser," katanya dilansir dariWashington Times, Jumat (19/12/2025).

"Kami tidak akan mengadakan acara sampai kami yakin bahwa 500 atau 1.000 dari mereka tidak akan berusaha masuk ke konser dan membuat anak-anak takut. Saya tidak bermaksud melakukan hal itu, jadi tidak akan ada konser tahun baru," tambahnya.

Kembang api Tahun Baru Legendaris Hong Kong juga dibatalkan

Selanjutnya, pertunjukan kembang api di Pelabuhan Victoria, Hong Kong yang terkenal juga dibatalkan.

Sebaliknya, perayaan tahun baru akan diselenggarakan di Wilayah Pusat Kota.

Namun, pejabat setempat tidak memberikan penjelasan jelas mengenai penghapusan tersebut.

Dikutip dari Macau News, Jumat (19/12/2025), keputusan ini diambil kurang dari sebulan setelah kebakaran besar terjadi di kompleks perumahan Wang Fuk Court, Hong Kong pada 26 November lalu.

Pengumuman mengenai acara perayaan Tahun Baru di Distrik Pusat Kota Hong Kong akan segera diumumkan.

Posting Komentar untuk "Paris hingga Tokyo Batal Rayakan Tahun Baru 2026, Apa Penyebabnya?"